Kamis, 26 Juni 2014

Lirik lagu Terry - Cinta Tanpa Restu


Lirik Cinta Tanpa Restu - Terry


Hapus air matamu
Ini memang seharusnya terjadi
Kita takkan bisa menempuh sendiri

Bila harus memilih
Kupilih bertahan untuk kita
Tapi spertinya itu percuma
Sebab mereka tak pahami kita

Reff:
Jangan menentang orang tuamu
Karena cintaku bukan untuk bertengkar
Aku siap terluka untuk kita

Tapi ku takkan pernah rela
Jika terluka tak pernah berhenti menangisi
Belajarlah untuk mencoba menerima

Selasa, 24 Juni 2014

:"

Dan ini entah hari keberapa aku masih terus memikirkannyaaa,jauh dimana aku terus berusaha melupakannya tetapi hasil tetap nihil. Aku tak berniat sama sekali menyimpan semua ini dalam memoryku. Tetapi memoryku memaksaku untuk "save" semuanya tentang "makhluk tak dikenal" itu . sebenarnya apa yang membuatku begini? Atas dasar apa perasaan ini menggelora dan memenuhi fikiranku. Jawabanku terbatas untuk menjawab semua itu....
Kumohon berhentilah menganggu fikiranku dan pergi ..............

Senin, 23 Juni 2014

Datang lebih banyak lagi

Ku kira semua akan berakhir pada hari itu,dimana hari yang sudah ku tahu bahwa perasaan ini tak akan terbalas.
Aku hancur berkeping-keping,
Aku sudah mencoba untuk melupakan segala tentangnya,bahkan sebenarnya aku tak ingin lagi mengingatnya walau hanya 1 detik.
Aku bingung,apakah aku memang ditakdirkan untuk melupakannya?
Tapi aku takut jika nantinya aku akan kehilangan sesuatu yang biasa terdiam dalam benakku.
Tapi lama semakin lama aku coba untuk melupakannya,menurutku malah aku semakin jatuh dalam jurang yg tidak lain dan tidak bukan adalah jurang yang sama.
Aku semakin terperosok kedalamnya.
Seakan jurang tersebut tak mau mengeluarkan aku dari dirinya.
Semakin ku paksa semakin terlihat jelas bayangan sang imajinasiku,yang tidak lain dan tidak bukan adalah "dia".

Mencintai dia yang tak mengenalku:'*

Aku menulis ini dengan semua perasaan kehancuran. Untuk kedua kalinya aku merasakan perasaan yang sama,hal yang sama ,dan perasaan sakit yang sama :')
Mengapa harus aku?
Dan kenapa selalu aku?
Perasaan macam apa yg selalu mengerogoti pikiranku hingga seperti ini?
Aku gak yakin aku bisa menyusun kembali hati ini yang sudah terluluh lantak dengan hal yang sebelumnya terjadi. Aku bahkan sudah bersusah payah mengembalikan kepingan-kepingan hatiku sampai utuh kembali. Dan sekarang aku harus menyusunya lagi?
Apakah masih bisa?

Dengan cara apa lagi?
Sesungguhnya aku tak ingin,sama sekali tak menginginkan perasaan ini.
Tapi salah siapa? Jika perasaan ini hadir tanpa persetujuan dariku?
Apakah ini salahku? Apakah salah perasaan ini?
Perasaan tak bisa disalahkan,mereka siap datang kapan saja semana mereka mau.
Aku cukup terluka dengan perasaan ini. Bahkan perlahan perasaan ini menyempitkan dadaku,bahkan memaksaku untuk mengeluarkan air mataku.
Aku tak percaya bahwa perasaan ini begitu tajam menyiksa batinku.
Aku coba untuk membuangnya,tapi perasaan itu datang lagi........